A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Perubahan
sosial budaya di masyarakat dari agraris menuju masyarakat industri, jelas
sangat berpengaruh pada pola pikir dan pola pandang masyarakat. Kemajuan sains
dan teknologi yang begitu cepat terutama teknologi komunikasi dan informasi,
juga mulai merubah pandangan masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi
generasi mendatang. Sangat disadari bahwa pendidikan merupakan proses
pemberdayaan manusia untuk membangun suatu peradaban yang bermuara pada
terwujudnya suatu tatanan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.
Kenyataannya,
kualitas pendidikan kita masih suram. Hal ini nampak dari rendahnya kemampuan
siswa-siswi dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Rendahnya mutu
pendidikan nasional ternyata sebagian terjadi pada sekolah-sekolah dengan basis
Islam. Rendahnya kualitas itu terutama dalam aspek pengembangan mutu akademik.
Sementara itu, sekolah-sekolah nasional (negeri maupun swasta) yang di dalamnya
berhimpun berjuta putra-putri dari kalangan kaum muslimin, menghirup iklim dan
udara pendidikan yang “gersang” dari nilai-nilai yang islami. Kurikulum
dan lingkungan pendidikan dibangun dengan semangat “sekuler”, jauh dari
nilai Islam. Pelajaran agama yang diharapkan dapat memberikan solusi, ternyata
masih belum mampu membentuk karakter islami dari peserta didik. Di saat yang
sama, serbuan pemikiran dan gaya hidup hidonis yang membuai bahkan cenderung
merusak akhlak semakin menjadi-jadi. Akibatnya pola piker, sikap dan gaya hidup
putra-putri muslim yang menjadi harapan umat sangat teracam “bagai telur di
ujung tanjuk”.
2. Urgensi Sekolah Dasar Islam Terpadu
Islam
memulai proses pembangunan peradaban yang telah porak poranda (jaman
jahiliyah) dengan menabuhkan genderang pendidikan melalui turunnya 5 ayat
pertama dari Al Qur’an. Oleh karenanya pendidikan memikul beban amanah yang
sangat berat, yaitu memberdayakan potensi fitroh manusia yang condong kepada
nilai kebenaran dan kebajikan agar dapat memfungsikan dirinya sebagai hamba sekaligus
siap mengemban risalah yang dibebankan kepadanya, “kholifah fil ardhi”.
Sehingga pendidikan merupakan suatu proses membina seluruh potensi manusia
sebagai makhluk yang beriman, berfikir dan berkarya untuk
kemaslahatan diri dan lingkungannya. Membangun sekolah berkualitas berarti
menyelenggarakan proses pendidikan yang membentuk kepribadian peserta didik
agar sesuai dengan fitrohnya.
Kehadiran
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar Rahmah berperan sebagai upaya dalam
menangani pendidikan putra-putri muslim dengan menawarkan suatu sistem
pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam keseimbangan antara pengembangan Intellegence
Quotien (IQ), Emotional Quotien (EQ), dan Spiritual Quotien (SQ)
secara terpadu. SDIT adalah model sekolah yang sangat memperhatikan aspek
pembinaan aqidah, akhlak dan ubudiyah siswa melalui pengembangan kurikulum
dan pembentukan biah (lingkungan) sekolah yang islami. Oleh karenanya
SDIT sangat memperhatikan aspek tenaga pendidikan yang terlibat di dalamnya.
3. Lokasi SDIT Ar Rahmah
Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar
Rahmah berlokasi di Rt. 07 Rw. 01 Dusun Ngemplak Desa Sirnoboyo Kec./Kab.
Pacitan. Tempat sangat strategis dan kondusif bagi pengembangan biah islami
dengan sebelas lokal kelas (sementara) dan masjid yang cukup megah di sebelah
utaranya. Dengan luas tanah wakaf yang masih luas, sangat dimungkinkan
pengembangan pembangunan gedung dan fasilitas lainnya. Jarak yang mudah
terjangkau dan berada daerah di pinggiran sehingga terbebas dari polusi baik
polusi udara maupun suara yang menimbulkan kenyamanan dalam proses belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar