Jumat, 16 Oktober 2015

Profil SDIT Ar Rahmah Pacitan


A.   PENDAHULUAN

1.   Latar Belakang
                  Perubahan sosial budaya di masyarakat dari agraris menuju masyarakat industri, jelas sangat berpengaruh pada pola pikir dan pola pandang masyarakat. Kemajuan sains dan teknologi yang begitu cepat terutama teknologi komunikasi dan informasi, juga mulai merubah pandangan masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi generasi mendatang. Sangat disadari bahwa pendidikan merupakan proses pemberdayaan manusia untuk membangun suatu peradaban yang bermuara pada terwujudnya suatu tatanan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.
                  Kenyataannya, kualitas pendidikan kita masih suram. Hal ini nampak dari rendahnya kemampuan siswa-siswi dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Rendahnya mutu pendidikan nasional ternyata sebagian terjadi pada sekolah-sekolah dengan basis Islam. Rendahnya kualitas itu terutama dalam aspek pengembangan mutu akademik. Sementara itu, sekolah-sekolah nasional (negeri maupun swasta) yang di dalamnya berhimpun berjuta putra-putri dari kalangan kaum muslimin, menghirup iklim dan udara pendidikan yang “gersang” dari nilai-nilai yang islami. Kurikulum dan lingkungan pendidikan dibangun dengan semangat “sekuler”, jauh dari nilai Islam. Pelajaran agama yang diharapkan dapat memberikan solusi, ternyata masih belum mampu membentuk karakter islami dari peserta didik. Di saat yang sama, serbuan pemikiran dan gaya hidup hidonis yang membuai bahkan cenderung merusak akhlak semakin menjadi-jadi. Akibatnya pola piker, sikap dan gaya hidup putra-putri muslim yang menjadi harapan umat sangat teracam “bagai telur di ujung tanjuk”.

2.   Urgensi Sekolah Dasar Islam Terpadu
                  Islam memulai proses pembangunan peradaban yang telah porak poranda (jaman jahiliyah) dengan menabuhkan genderang pendidikan melalui turunnya 5 ayat pertama dari Al Qur’an. Oleh karenanya pendidikan memikul beban amanah yang sangat berat, yaitu memberdayakan potensi fitroh manusia yang condong kepada nilai kebenaran dan kebajikan agar dapat memfungsikan dirinya sebagai hamba sekaligus siap mengemban risalah yang dibebankan kepadanya, “kholifah fil ardhi”. Sehingga pendidikan merupakan suatu proses membina seluruh potensi manusia sebagai makhluk yang beriman, berfikir dan berkarya untuk kemaslahatan diri dan lingkungannya. Membangun sekolah berkualitas berarti menyelenggarakan proses pendidikan yang membentuk kepribadian peserta didik agar sesuai dengan fitrohnya.
                  Kehadiran Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar Rahmah berperan sebagai upaya dalam menangani pendidikan putra-putri muslim dengan menawarkan suatu sistem pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat  dalam keseimbangan antara pengembangan Intellegence Quotien (IQ), Emotional Quotien (EQ), dan Spiritual Quotien (SQ) secara terpadu. SDIT adalah model sekolah yang sangat memperhatikan aspek pembinaan aqidah, akhlak dan ubudiyah siswa melalui pengembangan kurikulum dan pembentukan biah (lingkungan) sekolah yang islami. Oleh karenanya SDIT sangat memperhatikan aspek tenaga pendidikan yang terlibat di dalamnya.
3.   Lokasi SDIT Ar Rahmah
                  Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar Rahmah berlokasi di Rt. 07 Rw. 01 Dusun Ngemplak Desa Sirnoboyo Kec./Kab. Pacitan. Tempat sangat strategis dan kondusif bagi pengembangan biah islami dengan sebelas lokal kelas (sementara) dan masjid yang cukup megah di sebelah utaranya. Dengan luas tanah wakaf yang masih luas, sangat dimungkinkan pengembangan pembangunan gedung dan fasilitas lainnya. Jarak yang mudah terjangkau dan berada daerah di pinggiran sehingga terbebas dari polusi baik polusi udara maupun suara yang menimbulkan kenyamanan dalam proses belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar